Setelah keluar news gencatan senjata sementara (Temporary pause) ditambah news FTSE status Indonesia tetap sebagai Secondary Emerging Market, IHSG mulai rebound dari titik terendahnya. Perhatikan chart di atas secara teknikal trend IHSG masih downtrend jika candle mampu melewati downtrend line akan jadi sinyal perubahan trend IHSG. Saat trend IHSG mulai naik trading cenderung enak karena banyak sinyal beli keluar. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan kedepannya yang bisa membebani IHSG 1. Gencatan senjata antara Iran dan AS saat ini lebih bersifat temporary pause daripada gencatan senjata jangka panjang. Fundamental gap kepentingan kedua pihak masih sangat lebar mulai dari isu nuklir, sanksi, hingga kontrol atas Selat Hormuz sehingga potensi eskalasi ulang tetap tinggi. Dengan kondisi ini, ceasefire cenderung rapuh dan berisiko tidak bertahan lama jika tidak ada kompromi yang signifikan dari kedua sisi. 2. Timeline penting Akhir April → update MSCI (critical) ...
Selama 30 tahun terakhir, IHSG sudah melewati berbagai krisis. Krisis moneter 1998 yang menghancurkan sistem. Krisis global 2008 yang mengguncang dunia. Taper tantrum, crash komoditas, hingga pandemi COVID-19. Setiap kali jatuh IHSG selalu bangkit pulih dan cetak level baru Dulu butuh bertahun-tahun untuk pulih. Sekarang proses recovery pasar lebih cepat. Recovery makin cepat karena likuiditas dan sistemnya lebih kuat. Timeline Recovery IHSG 1998 (Asian Crisis) → 5–7 tahun 2000 (Dot-com) → 1–2 tahun 2008 (GFC) → ±2 tahun 2013 (Taper Tantrum) → ±1 tahun 2015 (Commodity Crash) → 1–2 tahun 2020 (COVID-19) → <1 tahun