Pergerakan Bitcoin bukan sekadar cerita tentang crypto. Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah berevolusi menjadi barometer sentimen global terhadap aset berisiko (risk asset) . Ketika Bitcoin jatuh tajam, pasar sedang menyampaikan satu pesan penting: risk appetite sedang ditarik mundur . Penurunan Bitcoin kali ini bukan koreksi biasa. Skala dan kecepatannya mencerminkan perubahan perilaku investor global dari agresif → defensif . Bitcoin = Termometer Risk Appetite Global Crypto—terutama Bitcoin—berada di ujung spektrum risiko dalam dunia aset: Tidak memiliki arus kas Valuasi sepenuhnya berbasis ekspektasi Sangat sensitif terhadap likuiditas global Karena itu: Risk On → Bitcoin biasanya menjadi aset yang naik paling cepat Risk Off → Bitcoin sering menjadi aset pertama yang dijual Ketika Bitcoin anjlok, itu menandakan investor: Mengurangi eksposur risiko Menutup posisi spekulatif Beralih ke aset yang lebih aman dan likuid Dari Risk On ke Ri...
Setelah MSCI giliran bad news datang dari Moody’s. Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2 (investment grade). Namun outlook diturunkan dari stable → negative. belum downgrade sekarang, tapi risiko downgrade meningkat jika isu tidak dibenahi. Moody’s tidak menyoroti krisis neraca, tapi krisis kepercayaan kebijakan (policy credibility) Moody’s menyebut downgrade bisa terjadi jika: 1. Fiskal makin ekspansif tanpa reformasi penerimaan 2. Capital outflow besar → eksternal position melemah 3. Kesehatan BUMN memburuk 4. Reformasi governance tidak dieksekusi, hanya janji Indonesia itu seperti orang yang masih punya penghasilan stabil dan cicilan lancar, tapi tiba-tiba ingin belanja besar dengan rencana yang belum sepenuhnya jelas. Seperti Rencana pemasukan tambahan belum dijelaskan rinci .. Moody’s tidak bilang Indonesia bermasalah sekarang, tapi memperingatkan kalau pola belanja besar, kebijakan yang sulit diprediksi, dan tata kelola tidak segera dib...