Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk. atau MEDC pada kuartal I/2026 kembali menunjukkan satu hal penting: ketika harga energi global naik, emiten migas dengan eksposur upstream biasanya menjadi salah satu penerima manfaat paling langsung. Pada kuartal I/2026, MEDC mencatatkan laba bersih US$67,38 juta atau sekitar Rp1,16 triliun . Angka ini melonjak 282,34% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$17,62 juta . Kenaikan laba MEDC ini bukan hanya karena operasional membaik, tetapi juga karena kombinasi antara harga energi yang lebih tinggi, kontribusi entitas asosiasi, dan momentum positif dari sektor migas global. Kinerja Q1/2026 MEDC: Pendapatan Naik, Laba Meledak Pendapatan MEDC pada kuartal I/2026 mencapai US$668,30 juta , naik 19,24% YoY dari US$560,47 juta pada kuartal I/2025. Kontributor utama masih berasal dari bisnis migas. Pendapatan kontrak penjualan migas tumbuh...
Pasar global saat ini sedang berada dalam fase yang unik. Di satu sisi, banyak aset berisiko masih terlihat kuat. Saham teknologi, semikonduktor, komoditas, emas, hingga beberapa pasar negara berkembang masih mendapat dorongan dari narasi besar: AI capex, belanja fiskal pemerintah, inflasi struktural, dan pertumbuhan nominal GDP yang sangat besar. Namun di sisi lain, semakin banyak tanda bahwa siklus ini sudah mulai masuk fase yang lebih sensitif. Pasar masih bisa naik, tetapi fondasinya semakin rapuh. Michael Hartnett dari BofA menyebut kondisi ini sebagai “Boom Loop” . Artinya, pasar masih berada dalam lingkaran positif antara ekonomi, laba korporasi, harga aset, dan kebijakan pemerintah. Tetapi jika salah satu variabel penting rusak — terutama yield obligasi AS — maka boom ini bisa berubah menjadi tekanan besar bagi pasar. Apa Itu Boom Loop? Secara sederhana, Boom Loop adalah siklus ketika pertumbuhan ekonomi nominal, belanja pemerintah, laba perusahaan, dan h...