Saham US, Oil, Bitcoin, EIDO, UST yield turun semua ya merespon tarif trump. Seperti prediksi BofA pengumuman tarif tanggal 2 April menjadi pemicu utama sentimen pasar global. BofA menyebutnya“peak fear day”.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global minimum 10% untuk semua mitra dagang AS. Tidak hanya itu, negara-negara dengan ketidakseimbangan dagang tinggi seperti China, Vietnam, India, hingga Indonesia akan dikenai tarif tambahan, bahkan mencapai hingga 49% untuk beberapa negara seperti Kamboja dan Bangladesh.
Langkah ini disebut sebagai kebijakan tarif resiprokal, di mana AS akan mengenakan tarif berdasarkan seberapa besar hambatan dagang yang dikenakan negara tersebut terhadap barang-barang asal AS. Artinya, semakin tinggi proteksi dagang suatu negara terhadap produk AS, semakin besar pula tarif yang dikenakan balik oleh AS.
Indonesia muncul pada daftar tarif tersebut. Disebutkan bahwa Indonesia menerapkan tarif sebesar 64% untuk barang-barang dari AS. AS kemudian akan mengenakan tarif sebesar 32% terhadap barang-barang Indonesia yang dijual di AS.
Tahun 2018 Trump cuma perang dagang sama China sekarang mayoritas negara diajak perang dagang sama trump. Indonesia kena tarif juga ya.
Sekarang Indonesia masuk dalam daftar 56 negara tarif tinggi. Pada tahun 2024 nilai Ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 29 miliar.